Pertanyakan Realisasi Anggaran Penanganan Covid- 19, AMIWB Datangi DPRD Wajo -->

Pertanyakan Realisasi Anggaran Penanganan Covid- 19, AMIWB Datangi DPRD Wajo

Senin, 26 Oktober 2020, Oktober 26, 2020



PESANKU.CO.ID, WAJO -- Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB) Kabupaten Wajo, kembali mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Wajo, Senin 26 Oktober 2020. Kedatangan AMIWB ke gedung DPRD Wajo, untuk mempertanyakan realisasi penggunaan dana untuk penanganan Covid- 19 oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo.

Menurut Korlap AMIWB, Syamsuriadi, kedatangannya bersama dengan Mahasiswa lainnya, untuk mendengarkan penjelasan dari Pemkab tentang penggunaan dana 42 Milyar dalam rangka penanganan Covid- 19 di Kabupaten Wajo.

Katanya, realisasi penggunaan dana penanganan Covid- 19 belum nampak ditengah – tengah masyarakat luas, sehingga pihaknya mendorong DPRD Wajo untuk menggunakan hak interplasi dan membentuk Pansus untuk mewujudkan transparansi, akuntabilitas dan partisipasi publik.

“Kami mendorong DPRD Wajo untuk membentuk Pansus, terkait realisasi anggaran Covid- 19,” tegasnya.

Penerima aspirasi DPRD Wajo, H.Mustafa, menyambut baik kedatangan Mahasiswa untuk mempertanyakan realisasi penggunaan anggaran penanganan Covid- 19.Hanya saja, lanjut legislator Partai Gerindra ini, perlu ada kesamaan persepsi dalam hal jumlah anggaran yang dialokasikan dari hasil refocusing anggaran.

“Kita harus samakan persepsi dalam hal jumlah anggaran, karena ini menyangkut angka – angka. Bukan puluhan juta tapi Milyar yang akan kita bahas,” tegas Mustafa.

Katanya, surat pembawa aspirasi harus diluruskan dulu, bahwa anggaran yang disetujui DPRD Wajo, sesuai hasil rapat gabungan komisi pada tanggal 8 September 2020, tentang pembahasan realisasi anggaran penanganan covid- 19 adalah Rp 42.464.303.023 dengan realisasi pencairan Rp 27. 816.111.122 dengan sisa Rp 14.648.191.901, dalam dua tahap refocusing.

Mantan Anggota Satuan Brimob Polri ini berharap, Pemkab melaporkan ke DPRD Wajo, setiap realisasi penggunaan anggaran dengan dokumen lengkap.
Sehingga aspirasi masyarakat bisa terjawab secara transparan dan akuntabilitas mengenai anggaran covid- 19.

“Saya berharap Pemkab rutin melaporkan realisasi dari sisa anggaran yang belum dipertanggungjawabkan, disertai dengan dokumen lengkap,” pungkasnya. (Advetorial)

TerPopuler